MANUSIA ADALAH BENDA
Menjadi manusia karena ia memiliki kebebasan
Bebas menentukan moralitas dan menjadikan hakekatnya
tidak ada ukuran moralitas
yang ada hanya ukuran kebebasan manusia
maka ketika Tuhan disingkirkan\menjadi legallah segala tindakan
manusia sepenuhnya memiliki dirinya sendiri
hidup kita yang memilih
bukan atas takdir atau kehendak dari luar diri
hanya kita yang berkuasa atas segalanya
kita menghendaki semuanya
apa yang ada hanya ukuran kebebasan kita
semuanya bukanlah harapan
dan. . . . . . . .
bukan hal-hal yang selalu dijanjikan
akan terjadi pada kehidupan manusia
kita hargai hidup yang sekarang dengan sepenuhnya milik kita
tidak ada yang mengikat manusia
apapun namanya, ukurannya. . . . . . . .
karena kita yang memberikan nilai atas segalanya
DALAM BATAS MANA ADANYA
Ada kemauan bebas dalam diri manusia
Namun ada kesudahan diatasnya. . . . . . . .
Semua memiliki keterbatasannya
Tiada yang abadi kekal dan menjadi selamanya. . . . . . . .
Kita berjalan
Menapaki dimensi ruang dan waktu kehidupan
Senantiasa mencari wujun keakuan
Meninggalkan bekas dan kadang rahasia yang menyimpan makna
Perjalanan hidup adalah perjalanan misteri
Semuanya serba tak pasti, serba memilih
Pilihan ang sungguh sulin untuk kita tentukan
Ada batas dan ada waktu
Kita berjalan dan kita mengalir
Mencari hakekat kesejatian yang abadi
Tiada berhenti di tempatnya
Walau ia menginginkannya. . . . . . . .
Kadang hidup terasa membosankan
Tapi mati akan lebih menjemukan
Kita mati untuk kembali hidup dan selamanya hidup
Da pada akhirnya……..
Kita hidup selamanya dan berkuasa atas segalanya
TRAGEDI IMAJINASI DI PENGHUJUNG UFUK
Jangan biarkan nalar ini diam
Biarkan ia liar menembus batas-batas dimensi kehidupan
Jangan jinakkan kehidupan jiwa dengan kemapanan
Biarkan jiwa ini anti akan kemapanan
Biarkan jiwa ini beragama dengan caranya sendiri
Biarkan jiwa mwnwmukan kesejatiannya yang dicari
Kita tidak terlahir tanpa identitas
Tapi ada identitas yang senantiasa menjadi nama, bentuk dan hakekat
Ada rupa ada warna ada kehidupan……..
Semuanya memerlukan kehidupan dengan caranya
Semua memiliki batas-batas ukurannya tanpa harus dibatasi kemerdekaannya
Karena Tuhan memberikan kuasanya atas kita
Maka ada kuasa atas kita
Tanpa harus dikuasai, lebih-lebih dihormati oleh seperangkat naluri yang tak menghendaki kedamaian hidup
Tak ada logika…….
Mengusik naluri, dan akhirnya semua berjalan tanpa arah, memiliki keyakinan untuk mempertaruhkan dirinya
Materi dan tahta dunia menjadi masalah
Kebenaran kadang diukur dengan harga yang semestinya
Keadilan menjadi harapan yang jauh di harapkan
Semestinya kita menyadari keterbatasan diri
Bukan menjadikannya amukan kegilaan peradaban
Sampai kebenaran menjadi mutlak untuknya
Tidak ada yang paling benar, karena tidak ada kebenaran yang absolut
KERUH DAN LUSUH WAJAH EMOSI, SOLUSI SEBATAS NALAR DAN ANGAN-ANGAN
MY INSPIRATION
Yang menagis biarlah menangis dalam dekapan cintaMu
Yang tertawa biarlah tertawa dalam keagungan cintaMu
Yang tertindas biarlah meminta samudra pertolonganMu
Dan biarlah semuanya mengalir seperti air…….
Kehidupan adalah takdirMu yang misteri
Kamu adalah keyakinan manusia
Kebenaran bagi pemujaMu
Kesucian bagi para hambaMu
Keindahan dunia adalah ayat-ayat suciMu
SabdaMu adalah jalan menuju kebenaran
Tuhan. . . . . . . . Terciptalah segalanya dari kekuasaanMu
Terukirlah semesta dari dekapan kasihMu
Dan menjadi angunglah kekuasaanMu dalam jiwa
Ada dari kehebatan maha karya
Ada dari keberadaan
Ada dan berada adalah dirimu……..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar